<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>label.blogombal.org</title>
	<atom:link href="http://label.blogombal.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://label.blogombal.org</link>
	<description>Bualan daripada Pemulung</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Mar 2010 14:35:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>&#8220;Ef En EN&#8221;, Soda Klasik</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2010/03/14/ef-en-en-soda-klasik/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2010/03/14/ef-en-en-soda-klasik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 14:35:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paman tyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan, minuman &#038; obat]]></category>
		<category><![CDATA[F&N]]></category>
		<category><![CDATA[GreenSpot]]></category>
		<category><![CDATA[limun]]></category>
		<category><![CDATA[soda]]></category>
		<category><![CDATA[softdrink]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[
Dulu, waktu belum melihat iklannya di TV(RI), saya menyebut F&#38;N itu &#8220;èf-èn&#8221; saja. Dari TV saya baru tahu cara membacanya: &#8220;èf-èn-èn&#8221;.
Ya, ini termasuk merek klasik (ada sejak 1883). Yang versi botol, berupa soda, masih beredar luas. Tadi siang saya lihat di sebuah warteg di Polonia, Jakarta Timur &#8212; tapi dalam dua versi logo, dan kesemuanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="F&amp;N soda dalam dua versi logo" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/Makanan-minuman-obat/label-fn-soda.jpg" alt="" width="500" height="280" /></p>
<p>Dulu, waktu belum melihat iklannya di TV(RI), saya menyebut <a href="http://www.fnnfoods.com/" target="_blank">F&amp;N</a> itu &#8220;èf-èn&#8221; saja. Dari TV saya baru tahu cara membacanya: &#8220;èf-èn-èn&#8221;.</p>
<p>Ya, ini termasuk merek klasik (ada sejak 1883). Yang versi botol, berupa soda, masih beredar luas. Tadi siang saya lihat di sebuah warteg di Polonia, Jakarta Timur &#8212; tapi dalam dua versi logo, dan kesemuanya belum kedaluwarsa. Adapun versi kaleng lebih kaya karena ada beragam rasa.</p>
<p>Selain Coke dan F&amp;N, merek klasik lainnya adalah <a href="http://gombal.blogdrive.com/archive/850.html" target="_blank">GreenSpot</a>. Adapun produk lain yang sempat kuat di sini (Jawa?) adalalah <a href="http://www.rccolainternational.com/brands_rccola.aspx" target="_blank">RC Cola</a>. Kalau bicara raja, ya tetap Coke dan Pepsi. Bahkan F&amp;N pun akhirnya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/F&amp;N_Coca-Cola" target="_blank">dimiliki oleh Coca Cola</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2010/03/14/ef-en-en-soda-klasik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diproduksi oleh Induk Ayam, Dikemas oleh Anaknya</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2010/03/05/diproduksi-oleh-induk-ayam-dikemas-oleh-anaknya/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2010/03/05/diproduksi-oleh-induk-ayam-dikemas-oleh-anaknya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 17:25:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paman tyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan, minuman &#038; obat]]></category>
		<category><![CDATA[ayam liar]]></category>
		<category><![CDATA[garawangi]]></category>
		<category><![CDATA[kampung liar]]></category>
		<category><![CDATA[majalengka]]></category>
		<category><![CDATA[nyi iteung]]></category>
		<category><![CDATA[puyra unggas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[
Telur ayam yang dijual per keranjang ini &#8220;dikemas oleh Putra Unggas&#8221;. Benar, karena yang memproduksi telur adalah para kokok-petok betina. Lantas siapa itu Nyi Iteung yang rambutnya dikepang dua, memakai kebaya, dan berkain batik? Rasanya makin jarang wanita muda di pedesaan berbusana seperti itu. Bahkan di lapangan makin banyak yang bercelana panjang. Yang eksotis, dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="telur ayam Nyi Iteung oleh Putra Unggas" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/label-telur-nyi-iteung.jpg" alt="" width="500" height="423" /></p>
<p>Telur ayam yang dijual per keranjang ini &#8220;dikemas oleh Putra Unggas&#8221;. Benar, karena yang memproduksi telur adalah para kokok-petok betina. Lantas siapa itu Nyi Iteung yang rambutnya dikepang dua, memakai kebaya, dan berkain batik? Rasanya makin jarang wanita muda di pedesaan berbusana seperti itu. Bahkan di lapangan makin banyak yang bercelana panjang. Yang eksotis, dalam gaya lama, hanya ada dalam gambar. Adapun &#8220;ayam kampung liar&#8221; itu entahlah. Untuk memperoleh telurnya, manusia harus bersaing dengan predator lain. Ah jadi ingat &#8220;susu kuda liar&#8221; &#8212; bagaimana cara memerahnya?</p>
<p>Oh ya, kalau &#8220;telur ayam (dari) kampung liar&#8221; itu maksudnya apa? <img src='http://label.blogombal.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2010/03/05/diproduksi-oleh-induk-ayam-dikemas-oleh-anaknya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Permen Asem Seribuan</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2010/03/04/permen-asem-seribuan/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2010/03/04/permen-asem-seribuan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 16:32:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paman tyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan, minuman &#038; obat]]></category>
		<category><![CDATA[bus kota]]></category>
		<category><![CDATA[jajanan seribu rupiah]]></category>
		<category><![CDATA[murah meriah]]></category>
		<category><![CDATA[permen asem fajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[
Permen asem. Bukan perman asam. Itulah sebutannya. Pada tahun 2010 ini masih ada sekantong permen berharga Rp 1.000. Sudah naik sih. Beberapa tahun lalu, lupa kapan, masih boleh Rp 500 &#8212; dan Anda akan mengatakan, &#8220;Dulu malah boleh cepek lho!&#8221; Isi per kantong sekitar lima butir. Biasanya dijual di atas dalam bus kota Jakarta. Bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="permen asem intisari @ rp 1.000 dijual dalam bus kota jakarta" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/label-permen-asem.jpg" alt="" width="500" height="379" /></p>
<p>Permen asem. Bukan perman asam. Itulah sebutannya. Pada tahun 2010 ini masih ada sekantong permen berharga Rp 1.000. Sudah naik sih. Beberapa tahun lalu, lupa kapan, masih boleh Rp 500 &#8212; dan Anda akan mengatakan, &#8220;Dulu malah boleh cepek lho!&#8221; Isi per kantong sekitar lima butir. Biasanya dijual di <span style="text-decoration: line-through;">atas</span> dalam bus kota Jakarta. Bisa Anda hitung berapa biaya kemasannya, sejak label kertas sampai plastik dan kokotannya (staples)? Sampai ke tingkat tertentu, ekonomi rakyat punya perhitungan sendiri untuk bertahan hidup.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2010/03/04/permen-asem-seribuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Getuk Karya Pak Gito</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2010/03/04/getuk-karya-pak-gito/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2010/03/04/getuk-karya-pak-gito/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 16:14:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paman tyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan, minuman &#038; obat]]></category>
		<category><![CDATA[eco]]></category>
		<category><![CDATA[getuk goreng]]></category>
		<category><![CDATA[gito sodikin]]></category>
		<category><![CDATA[oleh-oleh]]></category>
		<category><![CDATA[sokaraja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[
Getuk goreng itu penganan khas Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah. Ada banyak merek di sana. Bahkan dulu yang tak bermerek pun ada. Yang ini diberi identitas jelas. Eco, artinya &#8220;enak&#8221;. Selebihnya adalah sebuah klaim tentang nilai lebih, sebagai karya Pak Haji M. Gito Sodikin.  Masalahnya siapa sebenarnya yang berhak atas Eco Asli? Kita tunggu label yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="getuk goreng skaraja eco asli karya bapak gito sodikin" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/label-getuk-goreng-eco.jpg" alt="" width="500" height="281" /></p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Getuk_goreng" target="_blank">Getuk goreng</a> itu penganan khas Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah. Ada banyak merek di sana. Bahkan dulu yang tak bermerek pun ada. Yang ini diberi identitas jelas. Eco, artinya &#8220;enak&#8221;. Selebihnya adalah sebuah klaim tentang nilai lebih, sebagai karya Pak Haji M. Gito Sodikin.  Masalahnya siapa sebenarnya yang berhak atas Eco Asli? Kita tunggu label yang dengan gagah sembrono menyebut diri Eco Palsu. Adapun tentang kehalalan dan jenis minyak, saya tidak tahu &#8212; dan bukan kewenangan saya untuk memastikan. <img src='http://label.blogombal.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2010/03/04/getuk-karya-pak-gito/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kacang Disco</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2010/03/04/kacang-disco/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2010/03/04/kacang-disco/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 16:02:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paman tyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan, minuman &#038; obat]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[kacang disco]]></category>
		<category><![CDATA[kacang disko]]></category>
		<category><![CDATA[oleh-oleh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[
Ada yang tahu riwayat kacang disco dari Bali ini? Lantas sebenarnya ada berapa versi dan merek? Nama &#8220;kacang disco&#8221; jelas unik, demikian pula penulisannya yang belum mau ber-Indonesia: &#8220;disco&#8221;, bukan &#8220;disko&#8221;. Penamaan ini mencerminkan Bali yang terbuka, tak canggung bersentuhan dengan yang asing. Tak banyak yang saya ketahui bahwa oleh-oleh dari Bali ya kacang disco.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="kacang disco dari bali" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/label-kacangdisco.jpg" alt="" width="500" height="423" /></p>
<p>Ada yang tahu riwayat kacang disco dari Bali ini? Lantas sebenarnya ada berapa versi dan merek? Nama &#8220;kacang disco&#8221; jelas unik, demikian pula penulisannya yang belum mau ber-Indonesia: &#8220;disco&#8221;, bukan &#8220;disko&#8221;. Penamaan ini mencerminkan Bali yang terbuka, tak canggung bersentuhan dengan yang asing. Tak banyak yang saya ketahui bahwa oleh-oleh dari Bali ya kacang disco.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2010/03/04/kacang-disco/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merek Baru</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2010/03/04/merek-baru/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2010/03/04/merek-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 15:23:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paman tyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan, minuman &#038; obat]]></category>
		<category><![CDATA[anyar mas]]></category>
		<category><![CDATA[bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[kue]]></category>
		<category><![CDATA[lédré pisang]]></category>
		<category><![CDATA[oleh-oleh]]></category>
		<category><![CDATA[penganan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[
Mungkin gampang, mungkin sulit, untuk menetapkan sebuah merek. Maka jadilah lédré dengan merek Anyar Mas &#8212; artinya, kalau diucapkan, &#8220;Baru, Mas!&#8221; Entahlah apakah apa kompetitor yang akan membuat brand baru &#8220;Lawas Mas&#8221;. Sebuah cerita tentang lédré pisang dari Bojonegoro, Jawa Timur. Ada banyak merek di sana. Misalnya Dua Bidadari yang bersahaja itu. Apa itu lédré [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="lédré pisang bojonegoro cap anyar mas" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/label-ledre-anyar-mas.jpg" alt="" width="500" height="243" /></p>
<p>Mungkin gampang, mungkin sulit, untuk menetapkan sebuah merek. Maka jadilah lédré dengan merek Anyar Mas &#8212; artinya, kalau diucapkan, &#8220;Baru, Mas!&#8221; Entahlah apakah apa kompetitor yang akan membuat brand baru &#8220;Lawas Mas&#8221;. Sebuah cerita tentang lédré pisang dari Bojonegoro, Jawa Timur. Ada banyak merek di sana. Misalnya <a href="http://label.blogombal.org/2004/10/18/bidadari-bersahaja/" target="_blank">Dua Bidadari</a> yang bersahaja itu. Apa itu lédré dan cara membuatnya, silakan berguru ke <a href="http://dapurmlandhing.dagdigdug.com/2008/07/30/ledre-pisang/" target="_blank">Bu Nina Mlandhing</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2010/03/04/merek-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Davos si Legendaris</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2009/10/05/davos-si-legendaris/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2009/10/05/davos-si-legendaris/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 12:38:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paman tyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan, minuman &#038; obat]]></category>
		<category><![CDATA[davos]]></category>
		<category><![CDATA[kembanggula]]></category>
		<category><![CDATA[permen]]></category>
		<category><![CDATA[produk lama]]></category>
		<category><![CDATA[vintage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[
Permen pertama yang saya kenal ya Davos. Davos pertama yang saya tahu ya permen, bukan sebuah tempat di Swiss sana.
Permen? Waktu saya kecil, bapak saya (almarhum) membedakan permen dan kembang gula. Permen itu dari peppermint, pedas semriwing. Kalau kembang gula itu manis. Di Yogya, sampai awal 80-an, generasi yang terlahir tahun 60-an dan sebelumnya masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/label-davos.jpg" alt="permen davos masih bertahan" width="500" height="262" /></p>
<p>Permen pertama yang saya kenal ya Davos. Davos pertama yang saya tahu ya permen, bukan sebuah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Davos" target="_blank">tempat di Swiss</a> sana.</p>
<p>Permen? Waktu saya kecil, bapak saya (almarhum) membedakan permen dan kembang gula. Permen itu dari <em>peppermint</em>, pedas semriwing. Kalau kembang gula itu manis. Di Yogya, sampai awal 80-an, generasi yang terlahir tahun 60-an dan sebelumnya masih mengenal kata &#8220;mbanggula&#8221; (baca: <em>mbanggulo</em>). Kemudian iklan di radio, koran, dan TV memperkuat kata &#8220;permen&#8221;, termasuk untuk kembang gula. Tapi kalau tidak salah, dulu Sugus sempat memakai kata &#8220;kembang gula&#8221;. Di luar Yogya, misalnya Salatiga dan Semarang, kata &#8220;mbanggula&#8221; jarang dipakai.</p>
<p>Nah&#8230; si permen yang semriwing yang saya kenal sejak awal itu ya Davos. Desainnya simpel, mengandalkan tipografi. Adapun permen pesaing yang sezaman, waktu saya TK, adalah Norton. Sedangkan kembang gula pelengkapnya adalah Nicia.</p>
<p>Sampai hari ini Davos masih ada. Terbikin oleh PT Slamet Langgeng, Purbalingga, Indonesia. Isi sepuluh biji, berat netto 25 gram. Cerita selengkapnya bisa Anda dapat dari Yusuf Iskandar dalam dua tulisan, yang <a href="http://madurejo.wordpress.com/2009/02/05/penggalan-kenangan-tentang-permen-davos/" target="_blank">ini</a> dan <a href="http://madurejo.wordpress.com/2009/01/26/davos-permen-jadul-yang-tetap-gaul/" target="_blank">itu</a>.</p>
<p>Cerita lain? Simbah putri saya, yang meninggal pada usia sekitar 100 tahun, adalah perokok berat. Begitu beratnya sehingga kaca pintu dan jendela menjadi kecokelatan. Selain rokok, dia juga suka Davos.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2009/10/05/davos-si-legendaris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melati dari Bali</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2009/08/12/melati-dari-bali/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2009/08/12/melati-dari-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 09:45:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paman tyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan, minuman &#038; obat]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[jasmine tea]]></category>
		<category><![CDATA[teh melati]]></category>
		<category><![CDATA[vintage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Ini teh melati, bikinan Janur Benggol, Bali. Kemasannya bisa disebut sederhana, bisa disebut mewah. Sederhana karena kanya memakai karton lalu dibalut stiker glossy. Sedangkan tehnya di dalam dibungkus dengan aluminium foil. Simpel dan kuat desainnya. Tapi bisa saja bagi orang lain justru kemasan macam ini memberi kesan premium. Ah, soal selera dalam penilaian kok. Begitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini teh melati, bikinan Janur Benggol, Bali. Kemasannya bisa disebut sederhana, bisa disebut mewah. Sederhana karena kanya memakai karton lalu dibalut stiker <em>glossy</em>. Sedangkan tehnya di dalam dibungkus dengan<em> aluminium foil</em>. Simpel dan kuat desainnya. Tapi bisa saja bagi orang lain justru kemasan macam ini memberi kesan premium. Ah, soal selera dalam penilaian kok. Begitu pula soal dua wanita Bali tempo dulu yang fotonya kehijauan. Mungkin sesaui tema warna label, tapi bisa juga memberi kesan &#8220;luntur&#8221;. Bagaimana Anda menilanya?</p>
<p><img src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/label-jasmine-te.jpg" alt="jasmine tea bali indonesia" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2009/08/12/melati-dari-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kera Putih nan Wangi</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2009/08/12/kera-putih-nan-wangi/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2009/08/12/kera-putih-nan-wangi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 17:45:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paman tyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan, minuman &#038; obat]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[hanoman]]></category>
		<category><![CDATA[solo]]></category>
		<category><![CDATA[vanili]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Ini vanili klasik, bikinan Solo, yang masih bertahan. Saya mendapatkannya di Ponorogo, Jawa Timur, dengan harga Rp 200 per sachet. Kemasan kertas sudah modern seperti kantong gula (lihat contoh di kantongrasa.com). Dengan wadah kertas, aroma khas vanili lebih menerobos ke luar. Mengapa memakai merek Hanoman, saya tak tahu. Memang sih tak sedikit produk lawas yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini vanili klasik, bikinan Solo, yang masih bertahan. Saya mendapatkannya di Ponorogo, Jawa Timur, dengan harga Rp 200 per sachet. Kemasan kertas sudah modern seperti kantong gula (lihat contoh di <a href="http://kantongrasa.com" target="_blank">kantongrasa.com</a>). Dengan wadah kertas, aroma khas vanili lebih menerobos ke luar. Mengapa memakai merek Hanoman, saya tak tahu. Memang sih tak sedikit produk lawas yang dikemas dalam kantong yang memakai merek wayang, misalnya <a href="http://label.blogombal.org/2005/01/19/sang-pemutih/" target="_blank">pemutih cucian cap Kumbokarno</a>.</p>
<p><img src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/label-vanilli-hanoman.jpg" alt="vanili solo cap hanoman" width="500" height="378" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2009/08/12/kera-putih-nan-wangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sudah Sehati, Halal Pula</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2009/08/12/sudah-sehati-halal-pula/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2009/08/12/sudah-sehati-halal-pula/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 17:30:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paman tyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan, minuman &#038; obat]]></category>
		<category><![CDATA[cetak saring]]></category>
		<category><![CDATA[kaleng kerupuk]]></category>
		<category><![CDATA[kerupuk kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[kerupuk kampung]]></category>
		<category><![CDATA[kerupuk terigu]]></category>
		<category><![CDATA[mbok tiyem]]></category>
		<category><![CDATA[sablon]]></category>
		<category><![CDATA[sehati]]></category>
		<category><![CDATA[wonogiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[
Masih banyak kaleng kerupuk berkaca yang ditera merek dengan cara stensil (disemprot cat). Kerupuk Sehati dari Wonogiri, di warung ayam bakar Mbok Tiyem, ini beda. Seperti beberapa merek di pelbagai daerah, kalengnya sudah disablon (cetak saring, screen printing). Hasilnya lebih halus, tapi raster saringan masih tampak kalau dilihat lebih saksama. Ah yang penting dijamin halal, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/label-kerupuk-sehati01.jpg" alt="kaleng kerupuk sehati wonogiri" width="447" height="787" /></p>
<p>Masih banyak kaleng kerupuk berkaca yang ditera merek dengan cara stensil (disemprot cat). Kerupuk Sehati dari Wonogiri, di warung ayam bakar Mbok Tiyem, ini beda. Seperti beberapa merek di pelbagai daerah, kalengnya sudah disablon (cetak saring, screen printing). Hasilnya lebih halus, tapi raster saringan masih tampak kalau dilihat lebih saksama. Ah yang penting dijamin halal, kan?</p>
<p><img src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/label-kerupuk-sehati02.jpg" alt="kaleng kerupuk sehati wononogiri berteknik cetak saring" width="500" height="281" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2009/08/12/sudah-sehati-halal-pula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
