<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="0.92">
<channel>
	<title>label.blogombal.org</title>
	<link>http://label.blogombal.org</link>
	<description>Bualan daripada Pemulung</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 May 2011 16:12:58 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	<!-- generator="WordPress/3.2.1" -->

	<item>
		<title>Bukan Kecap cap Sapi</title>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Mestinya memang bukan. Meskipun bergambar sapi hitam-putih-merah nyatanya tak ada kata &#8220;cap sapi&#8221;, yang ada hanya &#8220;ketjap gurih&#8221;. Â Ini kecap terbikin oleh keluarga Liem dari Yogyakarta. Saya tak tahu sejak kapan kecap ini ada, karena masih menggunakan ejaan lama &#8220;ketjap&#8221;, tapi pendaftarannya bertahun 1991 &#8212; mungkin daftar ulang?</p> <p>Saya menemukan botol kecap bergambar sapi [...]]]></description>
		<link>http://label.blogombal.org/2011/05/09/bukan-kecap-cap-sapi/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Bedak Kimia Farma</title>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Ini termasuk bedak klasik tetapi sudah mengalami peremajaan desain. Celakanya saya lupa bagaimana desain lama kemasan Marcks&#8217; dari BUMN PT Kimia Farma yang merupakan kelanjutan dari NV Chemicalien Handle Rathkamp &#38; Co. (berdiri pada 1917). Apa yang tampak dari stiker promo Marcks&#8217; tahun 70-an masih samar-samar, yang menonjol adalah modelnya, aktris Widyawati &#8212; tapi [...]]]></description>
		<link>http://label.blogombal.org/2011/05/09/bedak-kimia-farma/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Lilin Mercusuar</title>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Pemilihan jenama lilin ini, Mercusuar, mungkin untuk memberi kesan bahwa selama menyala maka si lilin akan menjadi panduan arah bagi siapapun yang melihatnya. Saya tak tahu sejak kapan lilin ini beredar karena terbukti tanda terdaftarnya masih kosong, sementara barcode-nya tak saya coba untuk membacanya. Seperti umumnya lilin, Mercusuar dari Yogyakarta ini menggunakan warna merah [...]]]></description>
		<link>http://label.blogombal.org/2011/05/09/lilin-mercusuar/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Hanoman bukan Hanya Putih</title>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Dunia pewayangan sering menjadi sumber merek-merek lama untuk produk yang menyasar rakyat kebanyakan. Mungkin karena dunia perlambang dan idola dulu masih terbatas. Pada beberapa jenis produk berupa sachet kertas, nama tokoh pewayangan termasuk favorit. Misalnya <a href="http://label.blogombal.org/2009/08/12/kera-putih-nan-wangi/">vanili cap Hanoman</a>, <a href="http://label.blogombal.org/2004/10/12/wenter-wantek/">wÃ¨nter (pewarna kain) cap Kresno</a>, dan <a href="http://label.blogombal.org/2005/01/19/sang-pemutih/">bubuk pemutih cucian cap Kumbo Karno</a>. Nah [...]]]></description>
		<link>http://label.blogombal.org/2011/03/23/hanoman-bukan-hanya-putih/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Karcis Sepur Seukuran Kartu Domino</title>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Akhirnya karcis kereta api &#8212; orang bilang: tiket &#8212; macam ini punah. Dicetak di atas karton hijau telur (tapi rentang warna bisa bervariasi) setebal dan seukuran kartu domino, dengan teknik letterpress, dan peneraan numeratornya tampaknya juga secara manual. Untuk jarak dekat, tiket sepur macam ini sudah digantikan kertas HVS bercetak offset dengan ukuran sekitar [...]]]></description>
		<link>http://label.blogombal.org/2011/03/23/karcis-sepur-seukuran-kartu-domino/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kartu Promo: untuk Dicantelkan atau Dilemparkan</title>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Sudah lumrah jika di perumahan tak hanya beredar tukang tempel stiker sedot WC tetapi juga tukang sebar kartu promosi servis elektronik. Untuk promo montir alat listrik ini, umumnya berupa kartu, seukuran kartu pos, Â berbahan karton tebal, dengan bonus benang tebal. Cara penyebarannya dengan mencantelkannya pada pintu halaman orang atau&#8230; dilemparkan (terutama kalau ada anjing). [...]]]></description>
		<link>http://label.blogombal.org/2011/03/22/kartu-promo-untuk-dicantelkan-atau-dilemparkan/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Teri Nyonya van Kanayakan</title>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Saya tak tahu sejak kapan teri Â <a href="http://kanayakanku.multiply.com/">Kanayakan</a>, Bandung, ini mengisi pasar. Desainnya labelnya modern sekaligus retro, menampilkan gaya ibu tahun 70-an. Seolah ini produk Â dan merektua yang disukai para nyona rumah di kota. Tentang gaya nyonya Indonesia, kita pernah memilikinya dari <a href="http://label.blogombal.org/2004/10/14/emberrrrrrrrrr/">ember plastik Pioneer</a>. Ada nyonya berkain berkebaya di sana. Saya ingat, [...]]]></description>
		<link>http://label.blogombal.org/2011/03/22/teri-nyonya-van-kanayakan/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kerupuk cap Nuri, Cuma Difotokopi</title>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Anda tahu burung nuri? Pernah melihatnya atau cuma dengar namanya? Untunglah sekarang ada internet. Tapi jika menyangkut merek, selalu saja muncul tebakan kenapa burung anu, atau binatang apalah, yang jadi merek dagang. Pasti ada sejarahnya. Sayang untuk kasus ini, kerupuk dari Manonjaya, Tasikmalaya, saya tidak tahu kisahnya.</p> <p>Label ini saya minta dari warung rokok [...]]]></description>
		<link>http://label.blogombal.org/2011/03/22/kerupuk-cap-nuri/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Apa Padanan Kata untuk Warna Cokelat?</title>
		<description><![CDATA[<p></p> <p><a href="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/Valentines_day.jpg"></a>Apa lagi yang dapat saya ceritakan tentang cokelat Monggo dari Yogya?</p> <p>Sudah terlalu terkenal, sudah terlalu banyak cerita tentang dia, tapi bagaimanapun dia layak tampil di sini. Malah harus tampil.</p> <p>Pada awal kemunculan cokelat ini, awal 2000-an, saya sudah memindai bahkan memotret cokelat ini. Foto dan hasil pindaian hilang terfomat, lalu memotret lagi [...]]]></description>
		<link>http://label.blogombal.org/2011/03/22/apa-padanan-kata-untuk-warna-cokelat/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kecap cap Bulan: Beda Rasa Beda Rupa</title>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Merek kecap ini cap Bulan, terbikin oleh Usaha Jaya, Palembang. Baik merek maupun nama kumpeninya terkesan generik, tapi yang jelas &#8220;usaha jaya&#8221; mencerminkan sebuah tekad dan optimisme. Visioner, begitulah.</p> <p>Lantas apanya lagi yang menarik? Umumnya perusahan kecap hanya membedakan warna untuk kecap asin dan kecap manis. Yang ini membedakannya dari sisi bentuk labelnya sekalian. [...]]]></description>
		<link>http://label.blogombal.org/2011/03/09/kecap-cap-bulan-beda-rasa-beda-rupa/</link>
			</item>
</channel>
</rss>

