label.blogombal.org - Bualan daripada Pemulung

Makanan, minuman & obat

March 4, 2010

Kacang Disco

Tags: , , ,

Ada yang tahu riwayat kacang disco dari Bali ini? Lantas sebenarnya ada berapa versi dan merek? Nama “kacang disco” jelas unik, demikian pula penulisannya yang belum mau ber-Indonesia: “disco”, bukan “disko”. Penamaan ini mencerminkan Bali yang terbuka, tak canggung bersentuhan dengan yang asing. Tak banyak yang saya ketahui bahwa oleh-oleh dari Bali ya kacang disco.

Makanan, minuman & obat

Merek Baru

Tags: , , , , ,

Mungkin gampang, mungkin sulit, untuk menetapkan sebuah merek. Maka jadilah lédré dengan merek Anyar Mas — artinya, kalau diucapkan, “Baru, Mas!” Entahlah apakah apa kompetitor yang akan membuat brand baru “Lawas Mas”. Sebuah cerita tentang lédré pisang dari Bojonegoro, Jawa Timur. Ada banyak merek di sana. Misalnya Dua Bidadari yang bersahaja itu. Apa itu lédré dan cara membuatnya, silakan berguru ke Bu Nina Mlandhing.

Makanan, minuman & obat

October 5, 2009

Davos si Legendaris

Tags: , , , ,

permen davos masih bertahan

Permen pertama yang saya kenal ya Davos. Davos pertama yang saya tahu ya permen, bukan sebuah tempat di Swiss sana.

Permen? Waktu saya kecil, bapak saya (almarhum) membedakan permen dan kembang gula. Permen itu dari peppermint, pedas semriwing. Kalau kembang gula itu manis. Di Yogya, sampai awal 80-an, generasi yang terlahir tahun 60-an dan sebelumnya masih mengenal kata “mbanggula” (baca: mbanggulo). Kemudian iklan di radio, koran, dan TV memperkuat kata “permen”, termasuk untuk kembang gula. Tapi kalau tidak salah, dulu Sugus sempat memakai kata “kembang gula”. Di luar Yogya, misalnya Salatiga dan Semarang, kata “mbanggula” jarang dipakai.

Nah… si permen yang semriwing yang saya kenal sejak awal itu ya Davos. Desainnya simpel, mengandalkan tipografi. Adapun permen pesaing yang sezaman, waktu saya TK, adalah Norton. Sedangkan kembang gula pelengkapnya adalah Nicia.

Sampai hari ini Davos masih ada. Terbikin oleh PT Slamet Langgeng, Purbalingga, Indonesia. Isi sepuluh biji, berat netto 25 gram. Cerita selengkapnya bisa Anda dapat dari Yusuf Iskandar dalam dua tulisan, yang ini dan itu.

Cerita lain? Simbah putri saya, yang meninggal pada usia sekitar 100 tahun, adalah perokok berat. Begitu beratnya sehingga kaca pintu dan jendela menjadi kecokelatan. Selain rokok, dia juga suka Davos.

Makanan, minuman & obat

August 12, 2009

Melati dari Bali

Tags: , , ,

Ini teh melati, bikinan Janur Benggol, Bali. Kemasannya bisa disebut sederhana, bisa disebut mewah. Sederhana karena kanya memakai karton lalu dibalut stiker glossy. Sedangkan tehnya di dalam dibungkus dengan aluminium foil. Simpel dan kuat desainnya. Tapi bisa saja bagi orang lain justru kemasan macam ini memberi kesan premium. Ah, soal selera dalam penilaian kok. Begitu pula soal dua wanita Bali tempo dulu yang fotonya kehijauan. Mungkin sesaui tema warna label, tapi bisa juga memberi kesan “luntur”. Bagaimana Anda menilanya?

jasmine tea bali indonesia