… dan lagi, dari Cikoneng, Ciamis, Jawa Barat. Rupanya kerupuk yang masuk Jakarta ada saja yang berasal dari sana. Misalnya Madani dan Dua Putri. Lho, Dua Putri lagi? Iya, mereknya sama. Tapi cetakan versi yang ini lebih kasar. Desainnya pun berbeda (karena isinya “kerupuk kerang”?), demikian pula nomor telepon produsennya. Jangan-jangan masih ada Dua Putri lainnya. Manakah yang asli, saya tidak tahu.

Lantas kerupuk apa yang mereka buat? Secara umum hampir sama, berbahan tepung, dengan warna kejinggaan. Namanya sih bisa “makaroni”, bisa “kerupuk kerang”, dan entah apa lagi. Soal rasa, hmmm… dengan harga eceran tertinggi Rp 500 per bungkus bisa Anda terka bagaimana reaksi lidah :D Harga itu tak naik sejak 2007.

Tagged with:
 

Apakah kerupuk yang semoga punya rasa ikan ini berbahan daging lumba-lumba, satwa air yang lucu dan cerdas itu? Semoga tidak. Tapi kalau soal merek, es krim saja memakai merek dagang Flipper, kan? Yang penting: awas barang tiruan. Jika Anda menemukan tiruan, kontaklah ponsel sang juragan.

kerupuk lumba-lumba

Tagged with:
 

Inilah kata KBBI tentang makaroni: “ma·ka·ro·ni (n) : makanan dasar yg dibuat dr tepung terigu, berbentuk buluh pita, yg diolah menjadi berbagai macam masakan”.

makaroni madani ciamis

Apakah di negeri asalnya, yakni Italia, macaroni juga dikemas sebagai cemilan kering awetan? Saya tak tahu. Barangkali itu juga tak penting.

Lebih penting bagi kita adalah kreativitas mengolah penganan yang semoga saja sehat, tidak membuat tenggorokan panas.

Jauh lebih penting lagi, dengan makaroni kita memperjuangkan terwujudnya masyarakat madani. Itulah cita-cita yang menyadarkan kita setiap kali melihat Matahari terbit, dan setiap kali kita menatap Bulan.

makaroni madani ciamis

Tagged with: