
Kendil (Jawa: kendhil) adalah periuk tembikar. Cocok dan enak untuk menampung olahan masakan tradisional. Maka Bu Tjitro Yogya (dan Jakarta) pun mempertahankan kemasan gudeg jualannya dalam kendil.

Yang menarik dari kemasan luar, yakni karton, adalah penjelasan tentang produk. Soal ejaan (terutama “di”), abaikan saja. Bukankah “tak sedikit” sarjana yang bingung membedakan “di” sebagai awalan dan kata depan. Jangan-jangan bahasa dalam skripsi mereka pun kacau. Bukan tidak mungkin bahasa sang dosen pembimbing pun kacau! :)

Random Posts
Kerupuk cap Nuri, Cuma Difotokopi
March 22, 2011Anda tahu burung nuri? Pernah melihatnya atau cuma dengar namanya? Untunglah sekarang ada internet. Tapi jika menyangkut merek, selalu saja muncul tebakan kenapa burung anu, atau binatang apalah, yang jadi merek dagang. Pasti ada sejarahnya. Sayang untuk kasus ini, kerupuk dari Manonjaya, Tasikmalaya, saya tidak tahu kisahnya.
Label ini saya minta dari warung rokok [...]
Recent Comments
- Ichwan Antonio: Coba cari di PD LIDO telpon 021 6926075
- JP: Mas Antyo, kenal petinju Rukimin alias Rocky ini ini? Karena dia adalah kawan lama saya, dan saya sulit...
- eqwvwyvc: spa6d4 bcduumdmobmc
- Bunny: I can\’t hear anyhntig over the sound of how awesome this article is.
- pecah utax: jaman sekarang ; Mesti Hati2x milih makanan. bt ‘ penasaran jg menurut pndapat “Aming”....
Gombal Disclaimer
label.blogombal.org is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)Categories
- Alat tulis dan kantor (4)
- Busana, perhiasan, pernik (3)
- Kosmetika (6)
- Lain-lain (10)
- Mainan (2)
- Makanan, minuman & obat (115)
- Produk jempolan (8)
- Rokok-merokok (20)
- Rumah tangga (17)
- Transportasi (4)






