Dunia pewayangan sering menjadi sumber merek-merek lama untuk produk yang menyasar rakyat kebanyakan. Mungkin karena dunia perlambang dan idola dulu masih terbatas. Pada beberapa jenis produk berupa sachet kertas, nama tokoh pewayangan termasuk favorit. Misalnya vanili cap Hanoman, wènter (pewarna kain) cap Kresno, dan bubuk pemutih cucian cap Kumbo Karno. Nah yang ini adalah tères atau sumba cap Hanoman, bikinan Solo. Masih dijual di pedesaan Wonogiri, Jawa Tengah. Mungkin cocok untukmengganti si kera putih karena warna putih itu paling semanak untuk diwarnai.

Merek lainyang non-wayang untuk tères dan wènter (bukan untuk makanan) misalnya Stoples dan Kalkun.

Tagged with:
 

Ini vanili klasik, bikinan Solo, yang masih bertahan. Saya mendapatkannya di Ponorogo, Jawa Timur, dengan harga Rp 200 per sachet. Kemasan kertas sudah modern seperti kantong gula (lihat contoh di kantongrasa.com). Dengan wadah kertas, aroma khas vanili lebih menerobos ke luar. Mengapa memakai merek Hanoman, saya tak tahu. Memang sih tak sedikit produk lawas yang dikemas dalam kantong yang memakai merek wayang, misalnya pemutih cucian cap Kumbokarno.

vanili solo cap hanoman

Tagged with: