
Anda tahu burung nuri? Pernah melihatnya atau cuma dengar namanya? Untunglah sekarang ada internet. Tapi jika menyangkut merek, selalu saja muncul tebakan kenapa burung anu, atau binatang apalah, yang jadi merek dagang. Pasti ada sejarahnya. Sayang untuk kasus ini, kerupuk dari Manonjaya, Tasikmalaya, saya tidak tahu kisahnya.
Label ini saya minta dari warung rokok karena kesederhanaanya. Cuma difotokopi. Pembuatan desain sudah dilakukan di komputer, bukan manual seperti kerupuk Irma yang menonjolkan craftmanship :)
Dari mana datangnya label halal? Mmmm sebenarnya ini soal ketulusan dan keyakinan pembuat maupun pembeli. Maaf kalau saya salah. Setahu saya sih halal juga mencakup cara perolehan, penyembelihan, dan seterusnya.

… dan lagi, dari Cikoneng, Ciamis, Jawa Barat. Rupanya kerupuk yang masuk Jakarta ada saja yang berasal dari sana. Misalnya Madani dan Dua Putri. Lho, Dua Putri lagi? Iya, mereknya sama. Tapi cetakan versi yang ini lebih kasar. Desainnya pun berbeda (karena isinya “kerupuk kerang”?), demikian pula nomor telepon produsennya. Jangan-jangan masih ada Dua Putri lainnya. Manakah yang asli, saya tidak tahu.
Lantas kerupuk apa yang mereka buat? Secara umum hampir sama, berbahan tepung, dengan warna kejinggaan. Namanya sih bisa “makaroni”, bisa “kerupuk kerang”, dan entah apa lagi. Soal rasa, hmmm… dengan harga eceran tertinggi Rp 500 per bungkus bisa Anda terka bagaimana reaksi lidah :D Harga itu tak naik sejak 2007.

Piala Dunia akan dimulai. Penikmat TV butuh cemilan. Mungkin kerupuk Rp 500 ini akan menambah semangat untuk berteriak sampai serak. Dijamin halal. Setahu saya, bola jarang dijadikan merek cemilan. Kalau setahu Anda? :)

Merek karak (kerupuk/lèmpèng gendar) ini sudah lama, mungkin 20 tahunan. Bagi saya unik karena dia mengambil nama Bukit Sion/Zion. Tanpa ada hubungannya dengan Zionisme, Bukit Zion memang jadi salah satu idiom dalam Kitab Perjanjian Lama orang Nasrani, biasanya berhubungan dengan harapan.
Label ini unik, karena masih menggunakan teknik sablon di atas kertas karton.
Random Posts
Aladin Naik Tikar
February 1, 2008Siapa bilang Aladdin alias Aladin naik babut terbang? Ternyata, dengan lampu wasiatnya, dia memilih naik tikar plastik seharga Rp 35.000 yang dijual di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan.
Hmmm… tikar plastik. Tikar ini muncul tahun 70-an sebagai pelengkap tikar pandan dan tikar mendong. Tikar plastik yang sumuk ini lebih tahan air, kalau terkena ompol mudah [...]
Recent Comments
- Ichwan Antonio: Coba cari di PD LIDO telpon 021 6926075
- JP: Mas Antyo, kenal petinju Rukimin alias Rocky ini ini? Karena dia adalah kawan lama saya, dan saya sulit...
- eqwvwyvc: spa6d4 bcduumdmobmc
- Bunny: I can\’t hear anyhntig over the sound of how awesome this article is.
- pecah utax: jaman sekarang ; Mesti Hati2x milih makanan. bt ‘ penasaran jg menurut pndapat “Aming”....
Gombal Disclaimer
label.blogombal.org is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)Categories
- Alat tulis dan kantor (4)
- Busana, perhiasan, pernik (3)
- Kosmetika (6)
- Lain-lain (10)
- Mainan (2)
- Makanan, minuman & obat (115)
- Produk jempolan (8)
- Rokok-merokok (20)
- Rumah tangga (17)
- Transportasi (4)






