Apakah kerupuk yang semoga punya rasa ikan ini berbahan daging lumba-lumba, satwa air yang lucu dan cerdas itu? Semoga tidak. Tapi kalau soal merek, es krim saja memakai merek dagang Flipper, kan? Yang penting: awas barang tiruan. Jika Anda menemukan tiruan, kontaklah ponsel sang juragan.

kerupuk lumba-lumba

Tagged with:
 

Cuma kerupuk biasa, yang dibungkus plastik, isinya banyak (sepuluh?), tetapi diberi label. Ada sedia di beberapa warung dan pasar di Jakarta Selatan dan selatan Jakarta. Rasa udangnya? Bergantung pada kepekaan lidah konsumen. :))

Mereknya sungguh meneduhkan: Cinta Damai. Padahal kalau dimakan menimbulkan kegaduhan di rongga mulut. Saat ruangan sepi, kemriuk krupuk bisa terdengar oleh orang lain sejauh lima meter.

kerupuk kampung dari parung: Cinta Damai

Maka terbukti sudah bahwa yang riuh, dan kadang gaduh, tidak mesti dekat dengan kekacauan. Krupuk dan penggemar krupuk tetap cinta damai. Ketika harga-harga naik, sehingga harga kerupuk juga naik (tetapi ukurannya kadang terpaksa mengecil), penggemar kerupuk tak perlu demo sampai gerbang gedung DPR, tak perlu merapat ke pagar kantor presiden. Penggemar kerupuk suka mengeluh, tetapi ya itu tadi, tetap Cinta Damai.

Tagged with:
 

kerupuk anta kuncir

Pilihan nama krupuk ini unik juga: Anta Kuncir. Mungkin pemiliknya bernama Anta, berkuncir pula. Jika ya, artinya dia funky juga.

Kuncir baru muncul (lagi) tahun 80-an setelah rambut gondrong tergerai sempat rehat, digantikan oleh potongan rapi pada akhir 70-an (biasanya ditambahi kumis).

kerupuk anta kuncir

Seterusnya rambut dikuncir dianggap biasa, mulai bisa diterima. Bahkan salah satu bos di Grup Salim, yakni sang menantu yang bernama Fransiscus Welirang, sering tampil berkuncir.

Lantas apa hubungan Bogasari, Welirang, dan kerupuk? Tidak perlu dihubung-hubungkan. Saya asal menulis saja. :D

kerupuk anta kuncir

Tagged with: