
Permen pertama yang saya kenal ya Davos. Davos pertama yang saya tahu ya permen, bukan sebuah tempat di Swiss sana.
Permen? Waktu saya kecil, bapak saya (almarhum) membedakan permen dan kembang gula. Permen itu dari peppermint, pedas semriwing. Kalau kembang gula itu manis. Di Yogya, sampai awal 80-an, generasi yang terlahir tahun 60-an dan sebelumnya masih mengenal kata “mbanggula” (baca: mbanggulo). Kemudian iklan di radio, koran, dan TV memperkuat kata “permen”, termasuk untuk kembang gula. Tapi kalau tidak salah, dulu Sugus sempat memakai kata “kembang gula”. Di luar Yogya, misalnya Salatiga dan Semarang, kata “mbanggula” jarang dipakai.
Nah… si permen yang semriwing yang saya kenal sejak awal itu ya Davos. Desainnya simpel, mengandalkan tipografi. Adapun permen pesaing yang sezaman, waktu saya TK, adalah Norton. Sedangkan kembang gula pelengkapnya adalah Nicia.
Sampai hari ini Davos masih ada. Terbikin oleh PT Slamet Langgeng, Purbalingga, Indonesia. Isi sepuluh biji, berat netto 25 gram. Cerita selengkapnya bisa Anda dapat dari Yusuf Iskandar dalam dua tulisan, yang ini dan itu.
Cerita lain? Simbah putri saya, yang meninggal pada usia sekitar 100 tahun, adalah perokok berat. Begitu beratnya sehingga kaca pintu dan jendela menjadi kecokelatan. Selain rokok, dia juga suka Davos.
Ini teh melati, bikinan Janur Benggol, Bali. Kemasannya bisa disebut sederhana, bisa disebut mewah. Sederhana karena kanya memakai karton lalu dibalut stiker glossy. Sedangkan tehnya di dalam dibungkus dengan aluminium foil. Simpel dan kuat desainnya. Tapi bisa saja bagi orang lain justru kemasan macam ini memberi kesan premium. Ah, soal selera dalam penilaian kok. Begitu pula soal dua wanita Bali tempo dulu yang fotonya kehijauan. Mungkin sesaui tema warna label, tapi bisa juga memberi kesan “luntur”. Bagaimana Anda menilanya?

Random Posts
Tomi si Topi Miring
September 5, 2005Boleh jadi mata saya tidak beres. Saya lihat, topi lelaki yang malas mencukur kumis-jenggot-cambang ini tidak terpasang miring. Sedikit bergelombang lekuk, memang iya. Tapi si empunya merek menyebutnya Topi Miring. Konsumen menyingkatnya “Tomi”. Ah ya, mungkin topinya miring ke depan, atau ke belakang, pokoknya bukan menyamping. Saya tak tahu kenapa dinamai Topi Miring. Dulu, [...]
Recent Comments
- Ichwan Antonio: Coba cari di PD LIDO telpon 021 6926075
- JP: Mas Antyo, kenal petinju Rukimin alias Rocky ini ini? Karena dia adalah kawan lama saya, dan saya sulit...
- eqwvwyvc: spa6d4 bcduumdmobmc
- Bunny: I can\’t hear anyhntig over the sound of how awesome this article is.
- pecah utax: jaman sekarang ; Mesti Hati2x milih makanan. bt ‘ penasaran jg menurut pndapat “Aming”....
Gombal Disclaimer
label.blogombal.org is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)Categories
- Alat tulis dan kantor (4)
- Busana, perhiasan, pernik (3)
- Kosmetika (6)
- Lain-lain (10)
- Mainan (2)
- Makanan, minuman & obat (115)
- Produk jempolan (8)
- Rokok-merokok (20)
- Rumah tangga (17)
- Transportasi (4)






